Nama    : Dewi Lestari

NRP      : G14100027

Laskar : Sepuluh

Kekuatan Doa Dan Kekuasaan Allah


Disaat tak ada lagi ikhtiar yang dapat kita lakukan, maka berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT adalah usaha terakhir yang dapat kita lakukan. Suatu hal yang tidak mungkin bagi kita, akan mungkin bagi Allah untuk mengabulkan hal itu. Seperti yang telah tertera dalam surat Al-Baqarah Ayat 186 di bawah ini,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi  ( segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

Dalam surat di atas telah dijelaskan bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang beriman. Saya telah mengalami kebenaran surat tersebut.  Karena kekuatan doa dan kebesaran Allahlah saya bisa diterima di IPB lewat jalur USMI.

Setahun yang lalu ketika saya ingin mendaftar untuk mengikuti jalur USMI IPB, saya membaca persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan dan salah satu persyaratannya adalah melampirkan rapor dari semester 1 hingga semester 4. Mengingat nilai-nilaiku ketika semester 3-4 menurun drastis dibanding nilai-nilai di semester sebelumnya maka aku langsung pesimis bisa diterima di IPB lewat jalur USMI.

Kepesimisanku itu bertambah ketika temanku yang aku tahu dan pasti semua teman-temanku pun tahu dia lebih pintar dibandingkan aku mengikuti tes USMI ini, ia pun memilih departemen yang sama denganku Statistika. Selain itu, kudengar IPB biasanya hanya memilih lima orang dari sekian banyak siswa di sekolahku yang mengikuti jalur USMI ini. Karena itu semua, aku merasa peluangku untuk dapat diterima USMI kurang dari 50%.

Aku terus berdoa, sholat tahajud dan duhapun selalu ku kerjakan. Kuyakin semua keluargakupun turut mendoakanku. Bulan Januari diumumkan siapa-siapa saja yang diterima melalui jalur USMI. Dan ternyata aku termasuk salah satu dari lima orang yang diterima. Betapa kaget, senang dan terharunya aku saat itu. Yang lebih menyenangkan lagi aku diterima di pilihan pertamaku yaitu statistika.

Namun aku merasa aneh. Temanku itu tidak termasuk dari lima orang yang diterima. Padahal bila dilihat rangking sepertinya aku kalah dibanding dirinya. Ketika kelas dua semester pertama dia mendapat rangking empat sedangkan aku rangking 7. Dan semester duanya ia mendapat rangking 2 sedangkan aku rangking dua belas. Dari situpun kalian pasti bisa memprediksi siapa yang akan diterima. Tapi nyatanya justru aku yang diterima.

Disitulah doa yang kupanjatkan setiap saat terjawab. Memang Allahlah yang menentukan segalanya. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya. Dan Dialah Yang Maha pengasih, mengabulkan segala doa hamba-Nya yang beriman.

Nama    : Dewi Lestari

NRP      : G14100027

Laskar : Sepuluh


Lelaki Bertongkat


Saat itu memang penuh sesak, banyak para penumpang yang hanya bisa berdiri dari awal hingga akhir tujuannya, termasuk aku dan kakakku. Namun walaupun penuh sesak kebisingan para penumpangnya hampir tidak ku dengar. Hingga akhirnya sekelompok remaja putri memasuki KRL dari stasiun kalibata. Semenjak itu tawa mereka memecah kesunyian yang ada sejak tadi. Entah apa yang mereka ceritakan, namun rasanya tak henti-hentinya mereka tertawa.

Hingga akhirnya kereta pun singgah di stasiun Depok, disana cukup banyak penumpang yang turun. Akhirnya kami pun berebut tempat duduk. Namun sepertinya aku dan kakaku kalah cepat dibanding para remaja itu dan penumpang lainnya.

Aku terus saja memerhatikan sekelompok remaja tadi, aku merasa kesal dengan tingkah laku mereka sejak tadi. Sekarang aku melihat, sepertinya mereka sedang memerhatikan pria yang  duduk di sebelah mereka. Seorang diantaranya membisikkan kepada yang lainnya, kemudian secara bersamaan mereka menoleh ke pria itu yang sejak tadi tertidur. Mereka memandang pria itu dengan tatapan heran. Kemudian mereka berdebat. Entah apa yang mereka perdebatkan dari pria itu.

Di stasiun berikutnya ada seorang ibu yang sedang menggendong bayi, naik kereta ini.  Saat itu tak ada tempat duduk yang kosong akhirnya ia pun berdiri di depan para remaja tadi. Aku heran diantara banyak penumpang tak ada seorangpun yang mau merelakan tempat duduknya untuk si ibu. Ditambah lagi remaja-remaja itupun tak henti-hentinya tertawa padahal di hadapan mereka ada seorang bayi yang sedang tertidur pulas.

Sampai akhirnya pria yang sejak tadi tertidur pulas kini terbangun karena suara tawa para remaja tadi. Di saat itu sepertinya ia menyadari bahwa ada seorang ibu yang memerlukan tempat duduk. Akhirnya ia mempersilahkan ibu tadi untuk menepati tempat duduknya. Namun kulihat ia berdiri dengan menggunakan tongkatnya. Sepertinya kakinya tak dapat berfungsi dengan baik. Kemudian saat itu juga dengan nada sopan ia menegur remaja-remaja itu. “ maaf mba suaranya bisa dikecilin sedikit? Ada bayi yang lagi tidur soalnya”

Dari kejadian itu aku melihat betapa rendahnya rasa empati dan keinginan saling tolong menolong diantara sesama. Yang lebih miris justru pria bertongkat itu lebih memilki rasa empati dan keinginan saling tolong-menolong dari pada para remaja dan penumpang lainnya yang sehat. Padahal semestinya dia pun mendapat perlakuan yang sama dengan ibu tadi. Didahulukan untuk mendapatkan tempat duduk.

July

26

beasiswa

Informasi Beasiswa dari Rabobank Untuk Mahasiswa IPB

Penerimaan Rabobank Undergraduate Scholarships 2010/2011 Telah Dibuka
Rabobank Indonesia memberikan 5 (lima) beasiswa S1 bagi mahasiswa baru IPB tahun
ajaran 2010/2011 dari salah satu departemen di fakultas berikut ini :

* Pertanian
* Teknologi Pertanian
* Ekonomi & Manajemen